Jumat, 06 Mei 2016

Pakailah Topengmu

Jumat (22/4). Senyum kebahagiaan ku dapatkan di Rumah Belajar Kita. tepatnya di suruh bomoro, Pandeyan, Tasikmadu. Tidak ada rasa sedih bahkan susah ketika saya menghadapi puluhan anak yang lucu. Disitu saya belajar bahwa tidak semua anak bisa memahami kita, ada anak yang perlu kita dekati terlebih dahuulu baru bisa menerima kita. ada juga anak yang tanpa kita dekati namun langsung lengket pada kita. adzan magrib pun berkumandang, disitu saya langsung mengakiri kegiatan belajar. 

Waktu demi waktu, suara gemrising adik adik semakin hilang. kini tinggal saya dan teman teman pengurus Rumah belajar Kita yang masih di tempat, seusai itu kami pun langsung mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat magrib berjamaah. selesai sholat satu per satu pengurus dan pengajar pamit pulang. tersisa beberapa orang yang masih betah di R B K hingga belum balik, salah satunya saya sendiri. Heningnya malam sabtu itu membuat salah satu dari pengurus RBK mengeluarkan kata-kata yang dimana dirinya merasa aneh terhadap kepribadiannya. mendengar suaranya yang mengejutkan itu. Membuat semua orang yang ada disekitarnya mendekat mendengar ceritanya. Semakin banyak dia cerita, semakin banyak keesalahan masa lalu diungkap. Kemudian yang awalnya rame pada saling canda tawa, kini suasananya berubah menjadi hening dan dingin serta ditemani indahnya bulan yang bersinar. 

Singkat Cerita satu persatu mulai menerteskan air mata karena merasa bersalah. satu per satu mulai berargumen karena merasa dirinya juga bersalah. satu persatu mulai berdebat kata-kata. saling menasehati, saling melempar kesalahan, saling menyadarkan, dan saling memotivasi . ramenya perdebatan saat itu akirnya ahmad salah satu pengurus RBK menindak tegas dan menengai perdebatan itu. agar perebatan saat itu tidak menimbulakan kesalah pahaman, setelah terkendalinya emosi masing masing orang, sekarang akirnya masing - masing orang mulai membuka diri, unek unekpun mulai diutarakan. Sedangkan saya  hanya bisa menyaksikan dan memperhatikan kejadadian itu. disini saya termasuk usia yang paling muda, bahkan belum pantes untuk ikut campur masalah mereka yang mungkin saya sendiri blum tau. selama perbincangan yang menyucurkan air mata itu saya menilai, bahwa seorang kebanyakan memakai topeng untuk  beradaptasi di dalam ruang lingkup yang baru. banyak orang yang memikirkan bahwa apa yang dirinya lakukan itu benar tapi masih saja ada sudut pandang bahwa apa yang kita lakukan itu tidak wajar. memang manusia tidak ada yang sempurna, namun menjadi sempurna itu merupakan sebuah permasalah, kita harus mengalami sebuah ujian hidup yang dimana kita tak pernah menyangka bahwa hasilnya tidak lulus. 

Terkdang saya pribadi merasakan sendiri, saya berfikir topeng yang mana yang pernah saya pakai, saking banyaknya topeng. dan hingga detik ini pun saya masih memakai topeng, dengan topeng kadang orang banyak yang suka. dan dengan kepribadian asli pun malah banyak orang yang membenci. banyak hal yang belum pernah aku ketahui di Dunia ini, dan saya menyimpulkan bahwa Carilah Topeng yang cocok buat anda, jangan telalu lama memakai topeng, walupun kadang membanggakan namun disitulah akan mengakibatkan penyesalan banyak orang.


MJR


TEORI FUNGSIONALISME STRUKTURAL ROBERT MERTON

Robert Merton merupakan salah satu mahasiswanya Talcoot Persons. Merton menulis sejumlah pernyataan terpenting dari teoritisi fungsiona...